Ia berharap, tiga opsi yang ditawarkan ini dibahas dalam Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan yang saat ini tengah berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenetralan dalam berpolitik Muhammadiyah ini harus disertai dengan keberpihakan pada nilai-nilai kebenaran.
Opsi selanjutnya yang ditawarkan adalah mendirikan partai politik sendiri. Jika tidak mendirikan parpol sendiri, Din menawarkan untuk membuka sebuah hubungan khusus dengan partai politik tertentu. Partai politik yang punya hubungan khusus ini nantinya bisa menjadi partai utama Muhammadiyah.
Jika mendirikan parpol, maka Muhammadiyah menurut Din berhak menentukan kepemimpinan dan kebijakan partai. Namun jika memilih berafiliasi dengan parpol tertentu, maka hubungan parpol tersebut dengan Muhammadiyah hanya bersifat aspiratif. (Baca juga: Calon Kuat Ketua Umum Muhammadiyah Mulai Muncul)
Selanjutnya opsi ketiga adalah Muhammadiyah berperan aktif dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Muhammadiyah dalam opsi ini secara aktif mendukung calon-calon yang dinilai dapat memperjuangkan kepentingan Muhammadiyah. Tapi dengan syarat para calon tersebut mempunyai sifat amanah atau bertanggung jawab, kompeten, berintegritas, dan kapasitas intelektual, serta loyal atau peduli ke Muhammadiyah.
"Pada opsi yang ketiga ini, orientasi politik Muhammadiyah bersifat rasional dan ad hoc, sangat tergantung kepada individu dan partai yang akan dipilih," kata Din. (sur)