Hasilnya akan disepakati dalam sidang pleno hari ini. Jika keputusan Komisi Rais Syuriah itu disepakati, maka pimpinan tertinggi NU hanya akan dipilih oleh sembilan orang kiai terpilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Kabar dari Dua Muktamar
"Peserta Muktamar akan menilai yang tidak ada di AD/ART bisa jadi ribut, ini akan jadi sumber konflik baru," kata Syahrizal kepada CNN Indonesi, Rabu (5/8).
Namun meski begitu, ia berharap seluruh peserta Muktamar bisa menerimanya. Keputusan yang diambil Komisi Rais Syuriah Wilayah tersebut dinilai sudah sah secara hukum.
Dengan diterimanya keputusan itu maka agenda bisa dilanjutkan dengan pemilihan sembilan orang ulama untuk menjadi ahlul halli wal aqdi. Sembilan ulama ini punya kewenangan penuh untuk memilih pimpinan para kiai yakni Rais Aam. (Baca juga: Buntu Soal Mekanisme Pemilihan, Pengurus NU Temui Kiai Sepuh)
Saat ini, kata Syahrizal, sudah ada 39 nama calon ahlul halli wal aqdi yang didaftarkan oleh peserta Muktamar dari pengurus wilayah dan cabang NU.
Panitia sendiri menargetkan hari ini seluruh agenda Muktamar NU ke-33 bisa diselesaikan. Termasuk agenda pemilihan Ketua Umum PBNU. Jika seluruh agenda bisa dikebut hari ini, malam nanti Muktamar akan diselesai dan akan ditutup secara sederhana. (sur)