logo CNN Indonesia

Kasus Mantan Konsulat Australia Ditangkap Versi Jeremy Thomas

, CNN Indonesia
Kasus Mantan Konsulat Australia Ditangkap Versi Jeremy Thomas
Jakarta, CNN Indonesia -- Selebriti Jeremy Thomas mengakui telah melaporkan mantan konsulat Australia, Alexander Patrick Morris, ke Kepolisian Resor Gianyar, Bali, atas kasus penyerobotan dari transaksi jual beli sebuah Villa di Ubud pada 2014.

"Waktu itu, Patrick menjual sebuah villa di Ubud kepada saya. Akta jual beli sudah dilaksanakan dan masing-masing pihak sudah menerima kewajibannya. Namun delapan bulan kemudian Patrick dan pasangannya menerobos masuk villa," kata Jeremy saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (5/8). (Lihat Juga: Polda Bali Tangkap Mantan Diplomat Australia)

Ketika menerobos masuk villa, Patrick, kata Jeremy mengklaim belum terjadi jual beli villa tersebut. Ketika dikonfirmasi, notaris, Tri Firdaus Akbarsyah, membantah belum terjadi jual beli villa. Menurutnya, pada 2013 lalu, sesuai dengan perjanjian yang diurusnya antara Jeremy Thomas dan Patrick, telah terjadi perpindahan kepemilikan atas villa di Ubud tersebut.

"Waktu dibuatnya pernyataan, masing-masing sudah menerima uang satu sama lain. Ada beberapa klausul juga yang ditulis yang menjelaskan beberapa bagian penjualan akan digunakan untuk membayarkan kewajiban Patrick ke sejumlah pihak," kata Tri kepada CNN Indonesia.

Jeremy mengatakan laporan tersebut lantas diproses oleh kepolisian dan setelah berkas lengkap dilimpahkan kasusnya ke Pengadilan Negeri Gianyar. Patrick juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polres Gianyar pada November 2014. PN Gianyar lantas memutus Patrick bersalah dengan hukuman 1 bulan penjara.

"Namun yang bersangkutan dipanggil tidak ada kabarnya malah ke Jakarta. Makanya Kejaksaan Negeri Gianyar lantas menetapkan status DPO kepada Patrick," kata Jeremy.

Saat itu, kata Jeremy, Patrick justru ke Jakarta dan membuat konferensi pers bahwa status DPO tersebut palsu. Dia juga membuat banding ke Pengadilan Tinggi Denpasar, yang kemudian memutus bahwa hukuman Patrick diperberat dari 1 menjadi 2 bulan.
Laporan pengaduan penipuan dan pencucian uang yang dibuat artis Jeremy Thomas kepada Patrick Alexander Morris. (Dok. Istimewa)
Lebih jauh, Jeremy menjelaskan awal mula dia berkenalan dengan Patrick adalah ketika firma hukumnya, Anantha Budiartikha Law Firm, diminta bantuan untuk membela Patrick.

Patrick, yang merupakan Direktur PT Bengkulu Coal Limited (BCL) tersebut, terjerat dugaan penggelapan uang bisnis batubara. Pengadilannya saat itu digelar sejak Agustus 2013.

"Saya dan tim kantor pengacara bekerjasama untuk mengeluarkan Patrick dari Cipinang. Kami berhasil dan kami lantas dimintai tolong karena dia mengalami kesulitan finansial," kata Jeremy.

Atas kesulitan itu, Patrick menjual salah satu villanya di Ubud dengan perjanjian kepada pihak Jeremy dan rekannya. Dalam perjanjian itu, kata Jeremy, disebutkan hasil penjualan villa, yakni sebesar 70 atau 80 persen, merupakan kewajiban yang mesti dibayarkan oleh Patrick kepada pihak ketiga.

"Namun, dia mengaku hanya menerima sedikit dan mengingkari perjanjian itu. Lalu, malah menerobos villa," kata Jeremy.

0 Komentar
Artikel Terkait
Terpopuler
CNN Video