Ketua FPI Muchsin Alatas menuduh acara yang akan digelar YPKP 65 tersebut berbau komunisme. (Lihat Juga: Dapat Ancaman FPI, Temu Nasional Korban 65 Dibatalkan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu pernah di Banyuwangi, Jawa Timur. Bilangnya penyuluhan kesehatan tapi kami menyusup masuk dan merekam semuanya, ceramah 12 jam berbau gerakan komunis," kata Muchsin.
Aktivitas YPKP, kata Bejo, berkaitan dengan perjuangan pemulihan bagi korban-korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 65, terutama untuk mereka yang sudah terstigma atau diperlakukan tidak adil oleh pemerintah di masa lalu.
"Misalnya, salah seorang teman saya, yang karena distigma akhirnya tidak bisa mendapatkan uang pensiun. Padahal, dia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sama seperti yang lainnya," ujar Bejo Untung.
Namun, sayangnya, pihak kepolisian dibuat takluk oleh ancaman FPI. Bedjo mengaku beberapa intel kepolisian telah mendatangi pihaknya dan meminta acara untuk ditunda sementara waktu.
Muchsin mengatakan adanya penjagaan oleh kepolisian ataupun izin dari kementerian dan walikota setempat tidak akan membuat anggota organisasinya gentar. "Kepolisian enggak berani. Ini kan perintah atasan untuk tidak menggelar segala sesuatu berbau komunisme." (utd)