Hidayat Nur Wahid yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Syuro PKS mengatakan, terpilihnya Sohibul adalah hasil dari musyawarah panjang yang akhirnya diputuskan, kemarin (10/8) di Bandung, Jawa Barat. Pria kelahiran Tasikmalaya 49 tahun lalu ini dianggap mampu mematahkan stigma PKS yang identik dengan partai Timur Tengah.
"Pak Sohibul itu lulusan Jepang hingga S-3, sehingga sebenarnya PKS itu tidak bisa dibilang sebagai partai Timur Tengah lagi. PKS terbuka untuk siapapun," kata Hidayat kepada CNN Indonesia, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 2005, Sohibul mendapat amanah sebagai Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi, hingga akhirnya saat ini mendarat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
"Sohibul seumur dengan Anis Matta dan ia bukan orang baru dan memang calon tunggal. Ia lulusan Jepang, meski dua presiden sebelumnya lulusan Arab Saudi, itu tidak masalah bahkan memperlihatkan PKS itu bukan Arab sentris."
Dalam agenda pemilihan Presiden PKS juga dilakukan pemilihan Majelis Syuro yang berhasil mendapuk Salim Segaf Aljufri menggantikan Hilmi Aminuddin.
Pergantian ini dilakukan setelah Majelis Syuro PKS menggelar Musyawarah di Bandung, Jawa Barat.
"Dilandasi semangat musyawarah mufakat menetapkan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nurwahid," kata Salim Segaf dalam konferensi Majelis Syuro PKS di Mason Pine Hotel, Bandung, Senin (10/8).
Salim mengapresiasi Ketua Majelis Syuro yang baru lengser Hilmi Amunudin. Menurutnya, selama menjadi Ketua Majelis Syuro, Hilmi sudah banyak memberikan pengorbanan dengan penuh keikhlasan.
"Sohibul Iman sebagai Presiden DPP PKS dan Salim Segaf menjabat Ketua Majelis Syuro," kata mantan Menteri Sosial ini. (pit)