Sertijab dilakukan di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat usai pelantikan Sofyan Djalil di Istana Negara, Rabu (12/8).
Sofyan dalam sambutannya mengatakan ketika awal-awal menjadi menteri di Kabinet Kerja dirinya sering berdiskusi dengan Andrinof. Dalam diskusi tersebut, dirinya memiliki beberapa pandangan yang sama dengan Andrinof.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Jokowi membayangkan Bappenas tidak hanya makro tapi bergerak di bidang teknis secara mikro," ujarnya.
Dirinya mencontohkan adanya pembangunan waduk yang terbengkalai. Menurutnya, hal itu terjadi karena tidak adanya sinkronisasi dari beberapa pihak. Namun, dirinya tidak ingin menyalahkan siapapun dan menginginkan kementeriannya bekerja secara bersama-sama.
Sementara itu, Andrinof dalam sambutannya mengatakan Sofyan diuntungkan dengan banyaknya perencana-perencana andal yang ada di Kementerian PPN/Bappenas. Menurutnya, hal tersebut harus dimanfaatkan, jika tidak maka akan merugikan masyarakat.
"Bapak (Sofyan) didukung staf, peneliti dan perencana yang luar biasa di sini, separuh dari mereka memiliki gelar doktor dan master dari perguruan terbaik sehingga tidak perlu diragukan lagi dalam menyiapkan dokumen-dokumen perencanaan," kata Andrinof.
Menurut Andrinof, sumber daya manusia yang dimiliki Kementerian PPN/Bappenas akan mempermudah Sofyan dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional dan pembangunan antarwilayah. Dirinya juga mengatakan siap untuk membantu meskipun tidak diminta.
"Pak menteri jangan khawatir, saya siap membantu pak menteri, tidak diminta pun akan saya berikan." ujar Andrinof.
Sertijab dimulai pada pukul 17.00 WIB. Sebelum sertijab dimulai, diselenggarakan perpisahan sederhana untuk Andrinof Chaniago. Setelah selesai sertijab, Sofyan langsung mengadakan rapat pimpinan di kementerian barunya.
BACA FOKUS: Bongkar Pasang Menteri Jokowi (hel)