Selain persoalan dana rehabilitasi bangunan sekolah yang memantik kemarahan Ahok, ia juga mempertanyakan perihal dana lainnya yang digunakan di bidang pendidikan.
"Di Dinas Pendidikan permainan tuh paling keterlaluan. Semua mau dicurangin, mau dimakan duitnya,” ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Kamis (13/8). (Baca: Rehabilitasi Sekolah Rp 755,3 Miliar Dialihkan ke Disdik DKI)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok membenarkan adanya pembangunan sekolah yang mangkrak di Jakarta. Dia mengaku terpaksa menghentikan anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi bangunan sekolah karena anggarannya dinilai terlalu besar. (Baca: Janji Renovasi Sekolah Berujung pada Duplikasi Anggaran)
"Sekarang kami paksa tunda, tahun depan kami perbaiki. Kalau di (APBD) perubahan tidak keburu," ujar Ahok.
Berdasarkan data yang diterima CNN Indonesia dari Dinas Pendidikan Jakarta, batas tertinggi anggaran untuk rehabilitasi sekolah di DKI tahun 2015 mencapai Rp 481,84 miliar untuk 51 sekolah. Sementara itu, anggaran tertinggi untuk rehabilitasi total sekolah sekitar Rp 20 miliar untuk SMKN 2. Adapun anggaran terendah dimiliki oleh SDN Kalisari 01 yaitu sebesar Rp 749 juta. (obs)