Fadli menilai, imbauan persatuan yang disampaikan Jokowi pada pidatonya belum terealisasi sampai sekarang. Perpecahan beberapa partai politik menjadi indikator yang digunakan Fadli untuk mengeluarkan penilaian tersebut.
"Jangan antara kata dan tindakan itu ada kesenjangan. Antara kata-kata yang mengimbau baik tapi nyatanya kita masih lihat pemerintah misalnya memecah belah partai politik," ujar Fadli saat ditemui di Kompleks MPR, Jakarta, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi Gerindra itu mendesak Jokowi untuk tidak selalu menyajikan janji manis di bidang ekonomi tanpa tindakan nyata.
Jokowi sebelumnya mengungkapkan lima masalah ekonomi yang dihadapi pemerintah dalam sidang tahunan. Untuk dapat menghadapi hal tersebut, presiden meminta semua pihak bersatu dan mengurangi gesekan antar lembaga maupun partai politik sehingga pemerintah bisa fokus memperbaiki ekonomi.
Apresiasi Surya Paloh
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan apresiasi terhadap pidato kenegaraan yang disampaikan Jokowi karena memberikan gambaran secara objektif. Salah satu poin yang digarisbawahi dalam pidato kenegaraan presiden adalah kondisi riil masyarakat yang sedang tidak sehat.
Selain itu disebutkan terjadi penurunan sistem nilai dasar kultur kebudayaan sebagai bangsa. “Spirit kebangsaan dalam HUT ke 70 RI jelas di sana terjadi demoralisasi, interaksi sosial tidak sehat, kearifan itu tidak ada lagi," kata Paloh di Gedung DPR.
Paloh menyebutkan, ada penghormatan nilai yang dikesampingkan sehingga dia mengevaluasi perlu dilakukan gerakan perubahan pada bangsa ini.
Mengenai perombakan kabinet yang baru saja dilaksanakan, Paloh menyebut hal itu adalah hak presiden dan dia berharap agak para menteri yang baru saja dilantik dapat bekerja dengan baik. (rdk)