“Presiden akan membahas lebih jauh apakah Kantor Staf Presiden akan dipertahankan seperti sekarang atau beberapa fungsinya digabung ke Sekretariat Kabinet. Ini kan instutsi yang masih baru dan berkembang,” kata anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Dalam proses pembahasan masa depan Kantor Staf Presiden maupun seleksi Kepala Staf Presiden, ujar Teten, Luhut akan dilibatkan. Demikian pula Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet yang baru. (Baca juga Kepala Staf Presiden: Tetap Milik Luhut atau Beralih ke Pram?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penentuan siapa Kepala Staf Presiden, kata Luhut, sepenuhnya hak prerogatif Presiden. “Sebab itu terkait lingkungan Istana yang day to day bisa langsung berhubungan dengan Presiden,” ujar dia.
Rabu malam (12/8), Jokowi mengatakan telah mengantongi nama calon Kepala Staf Presiden yang baru untuk menggantikan Luhut. “Sudah ada (calon Kepala Staf Presiden),” kata dia.
Menurut Jokowi, saat ini ia juga tengah mengkalkulasi dan mempertimbangkan tiap kemungkinan terkait fungsi Kantor Staf Presiden, termasuk wacana untuk menyatukan Kantor Staf Presiden dengan Sekretariat Kabinet. (agk)