Menurut SBY, kehadiran mantan Presiden dan Wakil Presiden dalam acara sidang tahunan MPR bersifat undangan sehingga bukan keharusan. Demikian juga dalam acara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi
Ia mencontohkan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid yang pernah hadir dalam peringatan detik-detik proklamasi di Istana Negara. "Gus Dur pernah hadir sekali, selebihnya para mantan Presiden peringatinya di tempat lain," katanya.
Namun saat itu, SBY mengaku tak berfikiran negatif meski sidang tahunan MPR dan peringatan detik-detik proklamasi di Istana Negara tak dihadiri oleh semua Presiden dan Wakil Presiden terdahulu. "Tidak ada yg salah, karena memang tak ada keharusan" ujarnya.
Begitu juga dengan apa yang dilakukannnya tahun ini yakni dengan memilih merayakan hari kemerdekaan bersama masyarakat Pacitan.
"Saya berencana untuk peringati bersama pejuang & veteran di Nawangan, Pacitan ~ tempat Panglima Sudirman dulu pimpin Perang Gerilya," kata SBY.
Pagi ini, SBY bersama istrinya, Ani Yudhoyono pergi ke Pacitan dari Yogyakarta. Sebelumnya dari Jakarta ia ke Yogyakarta menggunakan kereta api.
Atas kesimpangsiuran ketidakhadirannya dalam sidang tahunan MPR, SBY meminta maaf. Menutup kicauannya, SBY berharap rangkaian peringatan hari kemerdekaan di Jakarta sukses. Ia juga mendoakan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi bisa makin maju. (sur)