Prosesi pemberkatan dimulai tepat pada pukul 17.00 WIB dimana dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang Mgr. J.Pujasumarta didampingi 7 Uskup dari beberapa daerah. Lagu-lagu pujian dan doa menandai prosesi pemberkatan dimulai.
Di depan sekitar 10 ribu pengunjung, Uskup Pujasumarta mengatakan jika patung Bunda Maria ini bisa menjadi salah satu simbol perdamaian di bumi. Maria yang merupakan ibunda Yesus Kristus merupakan sosok wanita yang tegar dan teguh beriman serta selalu menjaga kedamaian diantara orang sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bisa mencapai puncak patung pada posisi kepala Bunda Maria, Uskup Pujasamarta didampingi seniman yang pembuatnya. Dengan menggunakan gondola yang dicantolkan ke alat berat crane, sang Uskup kemudian didekatkan ke depan kepala patung Bunda Maria. Pemandangan ini spontan mendapat aplaus yang meriah dari para pengunjung Goa Maria Kerep Ambarawa (GMKA) yang didominasi oleh umat Katolik dan Nasrani.
Patung Maria Assumpta ditampilkan dengan wajah universal yang menjadi naungan siapa pun yang datang mencari keheningan dan keteduhan sebagai anak-anak Tuhan Yang Maha Esa. Patung tersebut ini sendiri merupakan patung Bunda Maria yang terbesar di Asia Tenggara. (sip)