Direktur Operasi Trigana Air Beny Sumariyanto menjelaskan sesaat setelah memperoleh kejadian hilangnya kontak IL 267 dengan menara Bandara Oksibil tersebut, dirinya langsung menugaskan pilot lain untuk melakukan pencarian tahap awal.
“Namun pesawat yang dikirim untuk mencari terpaksa kembali ke Sentani, karena kondisi hari sudah menjelang malam dan cuaca di lokasi sedang buruk. Malam ini saya juga langsung berangkat ke Papua,” kata Beny ditemui di kantornya, Minggu (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu informasi dari masyarakat ya. Kami terima tapi perlu dicari kebenarannya," kata Beny.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Capt. Hasanudin dengan Co. Pilot Ariadin, dan dua orang pramugari yaitu Ika N dan Ditta A, serta seorang teknisi Mario.
Sementara, Trigana sendiri menyatakan dalam laman perusahaan mengoperasikan 7 jenis pesawat ATR 42-300. Pesawat tersebut mampu mengangkut beban maksimal 4.500 kilogram (kg), memiliki kemampuan terbang tanpa henti selama sembilan jam, dan mampu mendarat pada bandara dengan landasan pacu minimum 900 meter.