"Saya berangkat ke sana sama Pak Dirjen (Suprasetyo). Pak Menteri (Ignasius Jonan) enggak," ujar Barata di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Minggu (16/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, karena dugaan kuat pesawat tertabrak di area Gunung Tangok di Pegunungan Bintang, maka Barata mengaku kemungkinan akan mengorientasikan pencarian ke area gunung itu.
Pesawat ATR 42 milik Trigana bernomor penerbangan IL 257 hilang saat terbang dari Sentani ke Oksibil. Pesawat terbang dari Sentani pukul 14.22 WIT dengan mengangkut 49 penumpang, dan seharusnya tiba pukul 15.04 WIT di Bandara Oksibil.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Capt. Hasanudin dengan Co. Pilot Ariadin, dan dua orang pramugari yaitu Ika N dan Ditta A, serta seorang teknisi Mario. (Simak FOKUS: Pesawat Trigana Hilang di Papua)
Sementara, Trigana sendiri menyatakan dalam laman perusahaan mengoperasikan 7 jenis pesawat ATR 42-300. Pesawat tersebut mampu mengangkut beban maksimal 4.500 kilogram (kg), memiliki kemampuan terbang tanpa henti selama sembilan jam, dan mampu mendarat pada bandara dengan landasan pacu minimum 900 meter. (sip)