Namun, tuduhan tersebut dibantah langsung oleh anak tunggal Maeda, Nishimura Toaji. Dia mengatakan hukuman yang diberikan kepada ayahnya bukan karena membantu memerdekakan Indonesia.
"Beliau diperkarakan bukan karena membantu kemerdekaan Indonesia tapi memamg telah diincar sejak dulu," kata Toaji saat ditemui di Jakarta, Ahad (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya beliau tidak kembali ke politik dan militer," kata Toaji.
Bahkan, beberapa kali Mantan Presiden Soekarno menjenguk Maeda yang tengah sakit.
"Saat ayah saya sakit Soekarno datang menjenguk. Sayangnya ayah saya jarang memceritakan apa yang beliau kerjakan saat berkunjung ke Jakarta," ujarnya.
Toaji saat ini tengah di Jakarta. Dia datang karena mendapat undangan untuk menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Indonesia yang jatuh pada esok hari, Senin (17/8).
Sebelum menghadiri acara perayaan yang akan diadakan di Istana Negara tersebut, Toaji menyempatkan diri untuk mendatangi rumah sang ayah yang juga menjadi lokasi dirumuskannya naskah proklamasi.
Toaji mengaku sangat senang bisa hadir ke Indonesia. Apalagi dia mendapatkan sambutan yang cukup meriah saat datang ke Indonesia padahal dia hanya anak dari seorang Laksamana Maeda.
"Sebagai anak saya ingin melihat rumah orang tua saya," katanya singkat.
Saat tiba di kediaman Maeda, ingatan Toaji pun langsung tertuju pada sang ayah. Dia langsung menceritakan bagaimana sosok Maeda di matanya yang tidak suka dengan aturan-aturan. (ags)