Kali ini, Presiden Joko Widodo tidak hanya mengundang pejabat maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia untuk merayakan kemerdekaan. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo juga mengundang warga biasa, bahkan pedagang kecil.
Setidaknya ada sekitar 2 ribu orang warga di sekitar Istana maupun warga dari luar Jakarta yang ia undang. Ada perwakilan warga dari dari Kampung Pasar Baru, Kampung Gambir, Kampung Tanah Abang, rumah susun Muarabaru, rumah susun Marunda, juga warga Kampung Deret Tanah Tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi suasana baru tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi langkah Jokowi. Baginya mengundang rakyat untuk merayakan kemerdekaan di Istana adalah sesuatu yang luar biasa.
Menurut Ahok, Jokowi tahu apa yang dirasakan oleh rakyat. Yang tadinya mereka hanya bisa menonton Kepala Negara di televisi memimpin upacara, kini mereka bisa hadir langsung dna terlibat di dalamnya.
"Dia bisa bayangin hampir semua rakyat biasa itu ingin sekali masuk Istana, ikut upacara. Selama ini kan cuma nonton di luar," ujar Ahok.
"Merasakan diundang resmi, bawa undangan, dari pengibaran bendera sampai penurunan bendera, ini suatu kebanggaan," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Tidak ada yang salah dengan melibatkan rakyat secara langsung dalam gelaran ini. "Hati beliau hatinya memang hati rakyat," ujarnya. (gir/gir)