“Informasi terakhir pukul 11.00 WIT, telah ditemukan 38 jenazah –37 dewasa dan satu anak-anak,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik kementerian Perhubungan JA Barata dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi menyatakan investigasi atas kecelakaan Trigana Air akan sepenuhnya dipegang dan dikendalikan oleh Indonesia.
Pesawat Trigana jenis ATR 42-300 hilang kontak sejak Minggu (16/8). Pesawat yang berangkat dari Sentani dan membawa 44 orang dewasa, 3 anak, 2 balita, beserta lima kru itu mestinya mendarat di Bandara Oksibil, Papua, pukul 14.55 WIT, hari itu juga. Namun pesawat diduga menabrak gunung. (agk)