Saking ingin mengetahui bagaimana persentase dari anak pengidap kekurangan gizi, Megawati sampai-sampai harus bertanya kepada Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Kebetulan, Puan Maharani adalah putrinya sendiri.
"Saat saya bertanya soal bagaimana gizi anak, Menko PMK malah berkata jangan dikritik, lalu saya tegaskan kenapa tidak boleh," kata Megawati saat ditemui di BPPT, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika rakyat hanya dikenalkan pada ponsel dan Google, tapi tidak memikirkan daerah bagaimana," kata Megawati.
Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, 480 balita Indonesia meninggal setiap harinya. Data tersebut ia dapatkan dari United Nations Children's Fund (UNICEF) 2014. Khofifah berpendapat pemenuhan gizi tidak hanya perlu diperhatikan pada perempuan yang hamil, melainkan juga pada remaja.
Jika sejak remaja pemenuhan gizi sudah dilakukan, saat remaja tersebut dewasa dan hamil, gizinya sudah tercukupi. Dengan begitu bayi yang dilahirkan pun akan sehat.
Laporan UNICEF menyatakan bahwa di Indonesia jumlah kematian anak di bawah usia lima tahun telah berkurang dari 385.000 pada tahun 1990 menjadi 152.000 pada tahun 2012.Angka kematian balita di Indonesia juga dinyatakan menurun 63 persen antara tahun 1990 dan 2012, terutama berkat perluasan layanan imunisasi dan penggunaan terapi rehidrasi oral untuk mengobati diare . (hel)