"Jadi menurut saya, Trigana harus membetulkan sistem reservasi tiketnya. Saya sudah perintahkan untuk memeriksa, hari ini mestinya sudah dipanggil karena tidak ada penjualan seperti loket di Bandara Sentani," ujar Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Jonan mengaku tidak tahu bagaimana Trigana Air biasa menjual tiket, apakah lewat calo atau perorangan. Yang jelas, perbaikan sistem ticketing perusahaan penerbangan tersebut harus segera dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu dibebaskan karena antreannya panjang. Nanti saya lagi mikir, cek lagi KTP-nya," kata dia.
"Kalau dia (Trigana) tidak mau menyelesaikan, kami tidak kasih tambahan izin rute," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 42 milik Trigana bernomor penerbangan IL 257 hilang saat terbang dari Sentani ke Oksibil, Ahad (16/8). Pesawat terbang dari Sentani pukul 14.22 WIT dengan mengangkut 49 penumpang, dan seharusnya tiba pukul 15.04 WIT di Bandara Oksibil, Papua.
Bangkai pesawat nahas tersebut telah ditemukan dan seluruh penumpang beserta kru pesawat dipastikan meninggal dunia. Tim SAR telah berhasil mengevakuasi 31 jenazah korban dan dibawa ke Bandara Sentani, Jayapura, untuk diidentifikasi. Tim evakuasi masih berupaya mengevakuasi 23 jenazah lain dari lokasi kecelakaan. (rdk)