Kukuh mengaku masih belum mendapatkan informasi lebih detail soal korban penggusuran ini. Kukuh Hadi Santoso mengatakan pihaknya menerjunkan 1.300 personel untuk mengamankan penggusuran.
Pengamanan juga dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan mengerahkan 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK). 3 SSK dari Sabhara dan Satu SSK dari Brimob. Selain itu diterjunkan juga water canon dan 500 Personel dari Dalmas (Pengendalian Masyakat).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak dua orag di antara yang terluka merupakan anggota Satpol PP. "Jumlah korban luka ada 12. 2 Dari satpol PP," ujar Wakapolda Brigjen Nandang. Wakapolda tidak merinci identitas 10 orang lainnya.
Bentrokan antara warga dan Satpol PP terjadi saat alat berat bergerak menghancurkan bangunan milik warga. Satpol PP pun dilempari warga dengan batu. Untuk menghalau bentrokan, kepolisian pun menyemprotkan gas air mata.
Sebelum melakukan penggusuran secara paksa pagi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebenarnya sudah beberapa kali bernegosiasi dengan warga. Namun, sampai saat ini masih saja ada penolakan.
Warga yang menolak umumnya mendirikan bangunan di atas tanah negara dan tidak mau direlokasi ke rumah susun Jatinegara Barat. Mengetahui penolakan tersebut tidak akan selesai, Pemprov DKI akhirnya melakukan penggusuran secara paksa.
BACA FOKUS: Rusuh Penggusuran Kampung Pulo (hel)