Uang milik PT Pos dan merupakan uang Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tersebut bernilai Rp 6,5 miliar dan dibawa oleh sejumlah anggota PT Pos.
Deputi Bidang Operasi Basarnas Mayor Jenderal Heronimus Guru mengungkapkan bahwa anggota Basarnas tidak pernah tergiur untuk mengambil barang berharga di lokasi evakuasi tempat mereka bertugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Hero pun yakin bahwa uang yang ditemukan di crash site pesawat Trigana Air pun tidak ada yang diambil oleh anggota.
"Kami diminta kembalikan maka kami kembalikan semuanya," ujarnya.
Sebelumnya Hero mengungkapkan bahwa tidak semua uang yang ada di lokasi diserahkan kepada pemiliknya, yaitu PT Pos. Dia mengatakan bahwa uang yang benar-benar hangus tidak dibawa ke Jayapura untuk dikembalikan.
"Kalau memang sudah hangus mau bagaimana lagi, kecuali yang terbakarnya hanya setengah jadi masih bisa ditukarkan," kata Hero saat ditemui, Rabu (19/8).
Hero menambahkan, uang Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tersebut saat ini telah diserahterimakan kepada PT Pos di Jayapura. Serah terima tersebuy dilakukan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo.
"Uang itu diterbangkan ke Jayapura bersamaan dengan dibawanya empat kantung jenazah yang saat ini telah berada Jayapura," kata Hero.
Sebelumnya, Pesawat ATR 42 milik Trigana bernomor penerbangan IL 257 hilang saat terbang dari Sentani ke Oksibil. Pesawat terbang dari Sentani pukul 14.22 WIT dengan mengangkut 49 penumpang, dan seharusnya tiba pukul 15.04 WIT di Bandara Oksibil.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Capt. Hasanudin dengan Co. Pilot Ariadin, dan dua orang pramugari yaitu Ika N dan Ditta A, serta seorang teknisi Mario. (pit)