Pemuda ini tinggal di daerah yang berdampingan dengan Kampung Pulo. Namun wilayah dia tinggal tidak masuk dalam wilayah yang hendak digusur oleh Pemprov DKI Jakarta untuk normalisasi Kali Ciliwung.
Eko menjadi korban salah pukul aparat dalam kericuhan antara sebagian warga Kampung Pulo dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian. Saat sedang melintas di Jalan Jatinegara Barat untuk menjemput adiknya yang sekolah di SD Negeri 01 Balimester, dia dihajar dan dipukuli oleh aparat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hanya sebagian luka di kepala, sampai pendarahan di otak, dan rahang di wajah patah," ujar Yanni.
Saat ini Eko masih dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Pusat. Tak hanya dirawat, Eko juga sudah menjalani operasi pada Kamis (20/8) malam kemarin. Ia dioperasi lantaran adanya luka dalam yang ia alami.
Eko Prasetyo, warga Gang Banten Balimester, Jatinegara, Jaktim. (istimewa) |
Eko sudah berada di rumah sakit sejak kemarin sore. Namun, menurut pengakuan Yanin, hingga semalam, belum ada komunikasi apapun yang dilakukan antara pihak keluarga dengan Satpol PP maupun kepolisian.
"Belum ada komunikasi dengan mereka. Saat ini keluarga fokus untuk kesembuhan total si korban dulu," katanya.
Hari ini, penggusuran warga Kampung Pulo kembali dilakukan oleh aparat Satpol PP dan kepolisian. Ribuan personel dan beberapa alat berat pun sudah disiapkan untuk meratakan rumah warga di sana.
BACA FOKUS: Rusuh Penggusuran Kampung Pulo (hel)
Eko Prasetyo, warga Gang Banten Balimester, Jatinegara, Jaktim. (istimewa)