Jika saat ini banyak rumah yang membelakangi Kali Ciliwung, nantinya rumah yang ada di kawasan tersebut yang tidak berada di daerah bantaran sungai akan menghadap ke sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Momen ini kami gunakan sebaik-baiknya buat kepentingan yang lebih baik, program ini tak boleh berhenti untuk mengangkat penyakit Jakarta yaitu banjir," katanya.
"Kami memberikan pelayanan 24 jam kepada warga, jika ada warga yang mempunyai sertifikat, sampaikan saja ke wali kota, nanti wali kota pasti akan bayar," kata Saefullah.
Saat ini warga Kampung Pulo yang rumahnya tergusur ditempatkan di Rumah Susun Jatinegara Barat. Bukan hanya tempat tinggal yang lebih layak, Saefullah juga mengatakan, di rusun tersebut juga nanti aktivitas ekonomi warga akan dihidupkan.
"Pelatihan juga akan diberikan, tempat ibadah akan dibangun," katanya.
Warga juga hanya cukup membayar biaya perawatan sebesar Rp 10 ribu per hari. Selain menjadi hak milik warga, rusun tersebut juga bisa diwariskan ke anak atau menantu pemilik. (sur)