"Dia punya hubungan dengan ISIS di Suriah tapi di dalam negeri juga ada, sumbangan-sumbangan itu ada," kata Badrodin saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (21/8).
Aliran dana untuk operasional kelompok teroris ini diakui Badrodin sulit dibendung. Padahal memotong jalur bantuan dana dan logistik jadi salah satu fokus Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrodin mengatakan masyarakat sebanyak itu tidak mungkin diperiksa satu per satu.
Oleh sebab itu, evaluasi selalu dilakukan oleh Polri setiap melakukan operasi di Poso. Operasi pengejaran Santoso diberi sandi Operasi Camar Maleo. Saat ini Operasi Camar Maleo II hampir berakhir namun pimpinan Majelis Indonesia Timur itu tak kunjung tertangkap.
Awal bulan depan, rencananya akan kembali digelar Operasi Camar Maleo III untuk menangkap Santoso.
Beberapa kali baku tembak terjadi dalam operasi ini. April lalu Daeng Koro, salah satu sosok penting dalam jaringan Santoso tewas ditembak petugas.
Sementara dalam baku tembak yang terjadi sejak Selasa lalu, giliran Bado alias Osama yang tewas saat penyergapan di Gunung Auma dan Gunung Langka.
Bado adalah satu dari puluhan terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang. Ia adalah salah satu dari beberapa orang yang paling dicari polisi yang punya peran penting dalam kelompok Santoso. (sur)