"Pak Jokowi ini ibarat memasukkan harimau ke kabinet untuk membereskan yang tidak benar," ujar Tjipta saat ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (22/8).
Tjipta menilai, Rizal Ramli melihat rencana pembelian pesawat dan listrik 35.000 megawatt merupakan hal yang tidak benar. Ia mengatakan Rizal Ramli bukan orang baru dalam melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Partai Demokrat malah mempertanyakan apakah memang benar langkah Jokowi untuk memasukkan Rizal Ramli yang diibaratkan bagai harimau akan memberikan perubahan yang baik nantinya di pemerintahan.
"Kalau cara ini digunakan, apa lebih baik ke depannya?" ujar Juru Bicara Partai Demokrat Didi Irawadi menyikapi penilaian Tjipta Lesmana akan masuknya Rizal Ramli dalam Kabinet Kerja.
Didi mengatakan alangkah baiknya penyampaian pandangan dari para jajaran pembantu presiden dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada, dan juga berdasarkan kewenangan yang dipunya. "Tentu itu akan lebih elok," tuturnya. (pit)