"Saya kira kami (pemerintah) akan mewajibkan anak-anak untuk menonton film ini karena sarat akan nilai perjuangan," ujarnya di Bioskop XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/5) malam kemarin.
Usai menghadiri pemutaran perdana film yang digagas TNI Angkatan Darat melalui Yayasan Kartika Eka Paksi itu, Jokowi memang menuturkan kekaguman sekaligus kegelisahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika duet pimpinan republik, Soekarno dan Mohammad Hatta, ditangkap dan diasingkan Belanda ke Pulau Bangka, Soedirman yang kesehatannya terus memburuk memutuskan untuk bergerilya sekitar seribu kilometer, dari Yogyakarta ke daerah timur Jawa.
"Kita akan menjadikan Pulau Jawa sebagai medan gerilya yang besar. Rakyat akan menjadi kekuatan yang hebat dibandingkan Belanda yang hanya mengandalkan senjata belaka," ujar tokoh Soedirman dalam salah satu scene.
Apa yang diutarakan Jokowi selaras dengan harapan Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat yang bertindak sebagai associate producer pada film ini.
"Kami berharap film ini dapat ditonton oleh berbagai kalangan, baik tentara maupun sipil, karena melalui film ini kita akan terinspirasi dan belajar dari Pak Dirman, untuk menjadi manusia Indonesia yang lebih mencintai lagi tanah air dan rakyatnya," ucap Kiki.
Jokowi mengaku telah mengetahui rencana pembuatan film ini sejak tahun lalu. Ia berkata, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang saat itu masih menjabat KSAD berjanji akan mengajaknya menonton Jenderal Soedirman ketika proses pengerjaan film selesai.
"Dulu saya sudah diundang kalau film ini jadi. Panglima yang undang dan sudah agak lama," tutur Jokowi sambil melihat Gatot yang berdiri di sampingnya. (hel)