Menurutnya, Ahok adalah orang yang tepat untuk memberikan rekomendasi terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam proses seleksi wawancara bersama panitia seleksi capim KPK.
"Perjuangan anti korupsi harus punya dampak langsung dalam kesejahteraan rakyat. Modelnya Pak Ahok," ujar Surya di Gedung Serba Guna, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (26/8). (Baca juga: Celetuk Tanya Pansel Capim KPK, Dari Harta Hingga Wanita)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Surya mengatakan dirinya akan tetap mempertanggung jawabkan apapun yang dilakukan KPK kepada Presiden Joko Widodo, apabila dirinya menjadi pimpinan. Menurutnya, KPK tetap perlu untuk tunduk pada presiden.
Hari ini adalah hari terakhir uji wawancara terbuka calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Panitia Seleksi Capim KPK akan mewawancarai lima kandidat. Dua hari sebelumnya, dalam sehari Pansel mewawancarai tujuh orang kandidat. (Baca juga: Johan Budi: Saya Sekrup Kecil dari Mesin Besar KPK)
Lima orang yang dijadwalkan mengikuti tes wawancara terbuka hari ini adalah Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara Saut Situmorang, Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Sri Harijati, Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antarkomisi dan Instansi KPK Sujanarko, pengacara Surya Tjandra dan bekas Kapolda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mendez. (Baca juga: Jenderal Polisi Akui ada Persaingan KPK dengan Lembaganya)
Masing-masing kandidat akan mendapat waktu satu jam untuk tes wawancara. Pansel akan menanyai seputar inovasi, latar belakang, independensi dan konfirmasi transaksi rekening para kandidat. Tak hanya itu, kelima kandidat juga diberi waktu untuk mengemukakan gagasannya dihadapan masyarakat. (hel)