Penetapan tersangka capim KPK berdasar penelusuran intelijen internal Polri. Korps Bhayangkara pun sudah menyerahkan hasil laporan pada pansel untuk ditindaklanjuti.
Sebagai langkah selanjutnya, pansel mengaku mencecar sejumlah pertanyaan klarifikasi saat tahap wawancara kepada 19 kandidat yang lolos tahap sebelumnya, profile assessment. Wawancara rampung digelar dalam tempo tiga hari sejak Senin (24/8) hingga Rabu (26/8), di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka adalah mantan Direktur Pengawasan Internal KPK, Chesna Fizetty Nawar, Mayjen TNI Purnawirawan Hendradji Soepanji, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, mantan Direktur Eksekutif Foundation Nina Nurlina, dan staf ahli Badan Intelijen Negara (BIN) Thony Saut Situmorang.
1. Chesna Fizetty Anwar
Pada hari pertama, Chesna yang kini menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Standard Chartered Bank, ditanya soal keterlibatan dirinya saat menangani perkara korupsi yang menjerat bekas Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin. Ketua Pansel KPK Destry Damayanti meminta konfirmasi dari Chesna apakah dirinya mengetahui perkara tersebut.
Capim KPK Chesna Fizetty Anwar. (DetikFoto) |
Chesna tak langsung menjawab, ia sedikit kebingungan. Ia pun mengaku lupa. Destry kembali mencecar Chesna. "Kasus korupsi Syamsul Arifin mantan Gubernur Sumatera Utara tahun 2010?" kata Destry.
Chesna mempertegas jawabannya bahwa ia tak tahu-menahu. "Itu saya sudah keluar," kata Chesna.
Pansel mendapat laporan Chesna mengetahui perkara korupsi dan memiliki hubungan dengan Syamsul. Syamsul merupakan mantan terpidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Langkat pada tahun 2000 hingga 2007.
Capim KPK Chesna Fizetty Anwar. (DetikFoto)
Hendardji Soepandji berbicara mengenai permasalahan di KPK setelah mengikuti profile assessment di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7). (CNN Indonesia/ Abi)
Prof. DR. Jimly Asshiddiqie saat tahap akhir wawancara calon pimpinan KPK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2015. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Nina Nurlina salah satu capim KPK. (DetikFoto)
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang. (CNN Indonesia/ Christie Stefanie)