Ditemui setelah memimpin langsung penggeledahan, Direktur Tipideksus Brigadir Jenderal Viktor Simanjuntak mengatakan bahwa ada indikasi korupsi yang terjadi di yayasan milik PT Pertamina tersebut. (Lihat Juga: Bareskrim Polri Geledah Kantor Pertamina Foundation)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut sebenarnya digunakan untuk program gerakan menabung pohon, sekolah sobat bumi, serta sekolah sepak bola Pertamina. Dalam program tersebut banyak relawan yang ikut berpartisipasi dengan menabung puluhan juta pohon.
"Pendataan di sana bagus sehingga kami bisa dengan mudah mendapatkan banyak dokumen yang berkaitan dengan relawan itu. Makanya perlu dicek dari dokumen tersebut," ujarnya.
Viktor mengatakan bahwa pengecekan terhadap dokumen-dokumen yang disita tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua hari. Menurutnya, pengecekan harus dilakukan di lokasi program tersebut dilaksanakan karena para relawan ada di sana.
Sementara untuk penggeledahan di lokasi, Viktor mengatakan sejumlah ruang menjadi fokus penggeledahan. Ruangan-ruangan tersebut adalah ruang bendahara, ruangan direktur, ruang pendataan, hingga ruangan perencanaan.
Penggeledahan kantor Pertamina Foundation dilakukan setelah sebelumnya Polri membatalkan pengumuman identitas salah satu kandidat pemimpin KPK yang diduga tersangka kasus korupsi.
“Saya tidak akan umumkan tersangka (dari calon pemimpin KPK) karena itu melanggar hukum –equality before the law," kata Victor.
Meski tak mengumumkan identitas tersangka, Bareskrim Polri kemarin sore melakukan gelar perkara untuk menaikkan status pengusutan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. (utd)