“Sertijab diupayakan minggu depan,” ujar Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/9).
Buwas –sapaan Budi Waseso– dan Anang kini bertukar jabatan. Buwas menjabat Kepala BNN, sedangkan Anang menggantikannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. (Baca: Anang Iskandar, Tukang Cukur yang Jadi Kabareskrim)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Staf masih mengoordinasikan, sebab pelantikan harus sama-sama,” kata Badrodin. Saat ini beberapa Kapolda yang akan dilantik bersama Buwas sedang bertugas di luar.
Buwas pun mengetahui Keppres soal pengangkatan dirinya sebagai Kepala BNN sudah terbit. Ia siap menjalankan tugas sebagai Kepala BNN. (Baca Budi Waseso: Saya Akan Tetap Buwas di BNN, Lihat Saja)
Badrodin menyatakan pergantian jabatan di Polri merupakan hal biasa yang telah melalui mekanisme di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi. Wanjakti ini merupakan forum para petinggi Polri yang diketuai Kapolri, dan berfungsi membahas mutasi jabatan di tubuh Korps Bhayangkara.
Wanjakti beranggotakan Wakil Kapolri, Inspektur Pengawasan Umum Polri, Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, serta Kabareskrim.
Semula Buwas dikabarkan digeser dari Bareskrim karena para penyidik Bareskrim di bawah komandonya dianggap menimbulkan kegaduhan dalam mengusut kasus-kasus ekonomi, padahal kondisi perekonomian nasional sedang memburuk. (Baca: Lingkaran Badai Budi Waseso)
Namun Buwas membantah membuat gaduh. Ia juga menyatakan kepindahannya dari Bareskrim bukan pencopotan, melainkan justru promosi karena di BNN ia naik eselon dan mendapat tunjangan jabatan lebih tinggi. (agk)