"Dari dulu saya sudah diremehkan. Misal disebut Anang itu cuma tukang cukur. Tapi begitu jalan (di Kepolisian), saya langsung jadi Kapores Tangerang," kata Anang saat diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).
Anang juga mengklaim dirinya merupakan orang termuda saat dilantik menjadi jenderal bintang tiga. Dia pun menegaskan bakal membuktikan bahwa dirinya mampu memberantas tindak kriminal baik umum maupun khusus seperti korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang bercerita, ia juga sempat disepelekan ketika tahanan kakap narkotika kabur dari penjara. Komisi Hukum DPR pun menekan Anang dan meledakkan amarah ke pria asal Mojokerto ini.
BNN mengamankan sembilan orang pelaku penyelundup sabu yang bergerak di bawah jaringan Wang Cing Ping.
Sindikat Wang Cing Ping sudah terpantau berkali-kali berusaha untuk menyelundupkan narkotik ke Indonesia sejak 2012. Namun, mereka selalu gagal karena mengalami kendala di lautan.
Baru kali ini jaringan asal Hong Kong itu berhasil masuk ke Wilayah Indonesia. Sabu itu diselundupkan dari Hong Kong ke Indonesia melalui jalur laut dan rencananya akan disebarkan di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sebelum berkarier di bidang narkotika, Anang sudah malang-melintang lebih dulu di Kepolisian. Dalam blog pribadinya, Anang mengisahkan dirinya saat bertugas pertama kali di Polda Bali.
Anang kemudian sering betugas di wilayah Polda Metro Jaya, dari mulai Kepala Satuan Reserse Polres Tangerang hingga Kapolsek Taman Sari. Ia juga pernah menjadi Kapolres Jakarta Timur. Pangkat jenderal didapatnya saat ia menjadi Kepala Pusat Pencegahan BNN.
"Saya dipanggil kembali ke kampung halaman saya, Polri. Saya sudah melihat kapal saya menuju ke pelabuhan di sana. Saya berharap kapal saya bisa tegar dan mengarungi samudera di sana," kata Anang menutup diskusi. (meg)