“Demokrat, utamanya Fraksi DPR RI, saya instruksikan membantu pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan ekonomi. Pemain utama dalam hal ini Fraksi dan Dewan Pimpinan Pusat. (Instruksi) ini penting dilaksanakan,” kata SBY saat berpidato dalam rangka peringatan hari ulang tahun Partai Demokrat ke-14 yang digelar Fraksi Demokrat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
SBY juga mewajibkan jajaran pengurus dan kader partainya untuk membantu rakyat mengatasi makin sulitnya kehidupan mereka menyusul gejolak ekonomi saat ini. “Lakukan tindakan konkret,” ujar Presiden keenam RI itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal posisi politik Demokrat, SBY mengatakan partainya sejak awal punya sikap jelas, yakni sebagai kekuatan penyeimbang. SBY tegas menolak ikut salah satu kubu yang ada saat ini, apakah itu Koalisi Indonesia Hebat di belakang pemerintah atau Koalisi Merah Putih di seberang pemerintah.
SBY telah menyiapkan jawabannya. “Dulu Indonesia menolak Perang Dingin dan masuk Gerakan Non-Blok. Masuk ke dalam Non-Blok bukan pilihan tak tegas. Dalam kekuatan penyeimbang itulah Indonesia menjadi independen,” kata dia.
Sebagai kekuatan independen, ujar SBY, Demokrat dapat lebih jernih menyikapi suatu persoalan dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Hubungan Demokrat dengan pemerintah, kata SBY, sudah sangat jelas. “Jajaran Partai Demokrat yang menjadi pejabat eksekutif, bertugas membantu penuh Presiden,” kata dia.
Fraksi Demokrat di DPRD pun, ujar SBY, mesti mendukung penuh pemerintah dengan catatan kebijakan dan program-program yang dijalankan telah tepat dan sesuai aspirasi rakyat.
Namun jika ada kebijakan yang melenceng dari kepentingan rakyat, SBY mewajibkan anggota Partai Demokrat untuk mengkritisinya.
SBY meminta seluruh instruksinya itu dijalankan secara konsisten. Ia mengingatkan kepada seluruh kader agar tak menyimpan keraguan sedikit pun untuk menjadi kekuatan politik penyeimbang. (agk)