Beruntung ruangan saat itu sedang kosong. Widhyawan sendiri tak tahu apa sebenarnya tujuan si pelaku menembakkan proyektil peluru ke ruangannya. Namun ia menduga, itu ada kaitannya dengan pembenahan di Kementerian ESDM belakangan.
"Jujur saya enggak tahu motivasinya. Menurut saya tujuannya bukan saya. Tapi ada orang yang mau kirim 'pesan.' Mungkin enggak suka dengan pembenahan yang dilakukan oleh Pak Sudirman Said," ujar Widhyawan saat dihubungi detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, "Kenapa ke Presiden? Karena biar enggak ada yang ditutup-tutupi dari keadaan sebenarnya. Biasanya orang-orang cari celah untuk laporkan ESDM kala ada usulan ini."
Selain masalah Petral, Sudirman juga memperlihatkan tekad mempersempit ruang gerak mafia migas. Soal itu, Sudirman berharap pada amandemen Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001.
Suasana Gedung Kementerian ESDM usai penembakan, Kamis (10/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Beberapa perubahan yang diinginkan dalam amandemen itu adalah pembentukan BUMN khusus untuk mengatur dan mengendalikan sektor hulu migas, memperketat pencairan cost recovery, menghapus praktik ekonomi biaya tinggi, memberi insentif infrastruktur migas, serta pengadaan minyak mentah dan BBM.
Widhyawan tidak menjelaskan pembenahan mana yang menurutnya bisa memicu motif penembakan di Gedung ESDM Kamis siang. Polisi sudah melakukan olah TKP atas kasus itu dan sedang menyelidiki barang-barang bukti seperti pecahan kaca dan proyektil.
Catatan redaksi:
Judul artikel berita ini sebelumnya adalah 'Penembakan Gedung Dicurigai akibat Pembenahan di ESDM.' Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih. (rsa)
Suasana Gedung Kementerian ESDM usai penembakan, Kamis (10/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)