"Kemungkinan pertama peristiwa itu dilatarbelakangi oleh tindakan mafia migas terkait dengan kebijakan pemerintah yang mempersempit pengelolaan sumber daya alam di Indonesia," kata Bambang saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (11/9).
Adapun untuk kemungkinan selanjutnya adalah tindakan penembakan tersebut murni hanya tindakan iseng dari oknum yang tidak bertanggung jawab. (Baca: Polda Sebut 3 Kemungkinan Motif Penembakan di Kantor ESDM)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini proyektil peluru yang ditemukan di ruangan tersebut tengah diuji oleh Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Polisi masih terus mencari tahu pelaku penembakan beserta motifnya.
Kasus penembakan tersebut kini diambil alih oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian akan menyampaikan kronologi peristiwa penembakan begitu penyelidikan rampung. (Baca: Polda Metro Sudah Periksa 4 Saksi Penembakan Kantor ESDM)
Sebelumnya komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Hasibuan mengatakan peristiwa penembakan di kantor Kementerian ESDM termasuk dalam aksi teror yang memberikan rasa takut pada masyarakat. Oleh sebab itu dia mendesak agar Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk segera mengungkap kasus tersebut.
"Ini kita tak tahu mau disampaikan pada siapa, tapi seolah-olah ini adalah pesan balas dendam atau bisa juga ada kepentingan yang diganggu," kata Edi.
Oleh sebab itu untuk membantu polisi mengungkap kasus penembakan di kantor Kementerian ESDM, Edi menyarankan agar masyarakat yang memiliki informasi untuk segera menyampaikannya ke polisi.
"Karena informasi seperti apapun bisa berguna," katanya. (obs)