OPM Sandera Dua Warga Indonesia di Papua Nugini

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2015 18:27 WIB
OPM Sandera Dua Warga Indonesia di Papua Nugini Petugas berjaga di dekat perbatasan RI dengan Papua Nugini (PNG) di wilayah Skouw, Jayapura, Papua, Jumat (8/5). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri menyebut dua orang warga negara Indonesia (WNI) disandera oleh pihak yang diduga terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini.

Berdasarkan pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima hari ini, Minggu (13/9), informasi itu telah dikonfirmasi Konsulat RI Vanimo dan tentara Papua Nugini sejak kemarin.

Kedua orang yang disandera adalah Sudirman (28) dan Badar (20). Mereka bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Keerom, Papua Nugini.


Keduanya disandera setelah terjadi insiden penembakan di Skouwtiau. Peristiwa ini juga memakan korban seorang warga negara Indonesia lainnya yang bernama Kuba.

Hingga kini, Kuba masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura.

Konsulat Emar Lubis mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tentara Papua Nugini untuk menangani situasi ini.

"Menurut tentara Papua Nugini, kedua WNI dalam kondisi baik. Mereka juga terus mengupayakan penyelamatan kedua WNI," kata Elmar.

Dia juga berharap tentara negara tetangga itu mengutamakan keselamatan para warga Indonesia yang berada di tangan kelompok bersenjata.

Hingga saat ini proses pembebasan masih berlangsung. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan proses pembebasan dilakukan secara intensif.

Lantaran prosesnya masih terus berjalan, Iqbal juga tidak bisa memberikan banyak informasi terkait insiden ini.

"Kami mengharapkan dalam beberapa hari ke depan akan ada perkembangan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, insiden penembakan terjadi pada Rabu kemarin (9/9). Saat itu, Kuba tertembak pada bagian belakang kepala. Selain terkena peluru, Kuba juga terkena terjangan anak panah.

Kasus penembakan terjadi di sekitar perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Korban ditembak saat bekerja sebagai operator sensor kayu di lokasi kejadian. (gen)