Saat ini, mobil komando sudah mulai berjalan perlahan dengan diikuti oleh massa aksi yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bekasi serta perwakilan guru honorer dari Pulau Kalimantan dan Sulawesi yang berjumlah sekitar 5 hingga 6 ribu orang. Rute pertama yang dilewati adalah jembatan layang Semanggi menuju Jalan Sudirman-Thamrin. (Lihat Juga: Demo Guru Honorer Sampaikan 10 Rincian Tuntutan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pong juga mempersoalkan tenaga guru honorer yang masa baktinya mencapai 20 hingga 30 tahun tetapi belum diangkat menjadi pegawai negara sipil (PNS). Setelah Pong berorasi, perwakilan dari Pengurus Pusat PGRI kembali mengajak massa aksi untuk kembali merapatkan barisan. (Baca Juga: Minta Jadi PNS, 20 Ribu Guru Honorer Negosiasi dengan Menteri).
"Hari ini bukan hanya untuk 20 ribu tenaga honorer tapi 400 ribu tenaga honorer di Indonesia. PGRI akan mendampingi terus sampai berhasil," ujar salah satu guru honorer tersebut.
Massa terpantau masih memadati dan bergerak perlahan meninggalkan depan Gedung DPR. Massa yang sebagian besar menggunakan batik berlogo PGRI ini berjalan kaki bersama dengan massa buruh yang ikut bergabung dalam aksi. Sebagian lainnya, mengendarai sepeda motor dan mengekor massa aksi tersebut.
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan 10 tuntutan diantaranya moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN), upah layak guru honorer, terbitkan regulasi tentang penuntasan honorer K2 menjadi ASN, peningkatan kesejahteraan tenaga honorer dalam APBD, penyediaan kesempatan sertifikasi dan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.
(utd)