“Oposisi berarti PKS akan tetap berada di luar pemerintah, namun tetap kritis dan positif terhadap kebijakan pemerintah,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam rilis yang terima CNN Indonesia, Selasa (15/9).
Sohibul mengungkapkan penting untuk dipahami, terutama oleh para kader PKS, berada di dalam atau pun di luar pemerintah adalah hal yang sama. “Loyal itu artinya PKS tetap loyal kepada kepentingan bangsa, kalau KIH bagus programnya, kita dukung," jelas Sohibul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan perlunya koalisi mendukung atau bergabung dengan pemerintah dan berada di luar pemerintah muncul ketika PAN menyatakan bergabung dengan pemerintah Jokowi. PAN beralasan mereka bergabung karena untuk ikut memperbaiki kondisi ekonomi yang melambat.
Lalu muncul wacana Koalisi Nusantara, di mana semua bagian masuk untuk bersama membangun bangsa.
Pernyataan soal Koalisi Nusantara juga disampaikan Ketua Umum Hanura Wiranto di hari PAN menyatakan bergabung dengan pemerintah Jokowi. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya juga menyatakan tidak sesuainya lagi kondisi politik sekarang untuk tetap membagi menjadi KMP dan KIH.
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang kini menjadi Wakil Sekjen PKS sebelumnya menyatakan Koalisi Merah Putih akan diuntungkan dengan bergabungnya Partai Amanat Nasional ke pemerintahan Joko Widodo. KMP akan diuntungkan karena bakal menjadi lebih solid.
Menurut Mardani dengan merapatnya PAN ke Jokowi maka saat ini sudah jelas keberpihakan partai politik yang dipimpin Zulkifili Hasan itu. Sebelumnya mungkin masih ada dua kaki, tapi sekarang sudah jelas," ujar Mardani.
Selain itu KMP akan diuntungkan karena bisa bebas menolak kebijakan pemeringah yang tidak pro rakyat. Hal ini tentu tak bisa dilakukan partai politik yang mendukung pemerintahan.
(hel)