Hal tersebut disampaikannya berdasarkan laporan yang diterimanya sekitar dua hingga tiga jam yang lalu. Menurutnya, tertundanya negosiasi disebabkan adanya permintaan OPM yang tidak dapat diberikan pemerintah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada barter bagi pemerintah Indonesia," ucapnya.
Tentara Nasional Indonesia sudah bersiap menyiagakan pasukan dari berbagai kesatuan, mulai dari Kopassus, Paskhas, Denjaka, dan Denbravo, untuk melakukan operasi pembebasan Sudirman (28) dan Badar (20). (Baca: TNI Siagakan Kopassus untuk Bebaskan Sandera OPM)
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Endang Sodik mengatakan mereka siap membebaskan Sudirman dan Badar karena telah mengantongi izin dari pemerintah Papua Nugini.
Endang mengatakan pihaknya terus melakukan cara-cara persuasif dan negosiasi demi menghindari jatuhnya korban. Ia mengatakan kelompok penyandera yang terdiri dari empat orang itu memberikan batas negosiasi hingga Selasa pukul 12.00 waktu setempat.
Endang mengatakan TNI menghormati tentara Papua Nugini dengan melihat perkembangan di lapangan. (Baca: Operasi Pembebasan Sandera, RI-PNG Komunikasi Intens) (obs)