Wiranto menilai penahanan yang dilakukan oleh OPM adalah bentuk ancaman dan tekanan. Ia berharap pemerintah harus segera mencari solusi penyelesaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan berpengaruh terhadap warga negara asing dan warga negara kita sendiri untuk melakukan aktivitas," kata dia.
SIMAK FOKUS: Dua Warga Tersandera di Perbatasan Papua
TNI sempat menyebut alasan penyanderaan karena kelompok penyandera ingin ada barter dengan tahanan kasus ganja di Polres Keerom.
Namun Saul Bomay yang mengaku juru bicara Organisasi Papua Merdeka mengatakan penyanderaan dilakukan karena adanya tuntutan perundingan membahas solusi berbagai masalah di Papua.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tak akan berkompromi dengan penyandera dua WNI itu.
Namun ia memastikan akan ada langkah-langkah terukur untuk melindungi setiap warga negara. (Baca juga: Operasi Pembebasan Sandera, RI-PNG Komunikasi Intens)
Luhut sudah menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Ia mengaku masih menunggu perkembangan dari Papua Nugini soal rencana pembebasan sandera.
Dua WNI yang diculik adalah Sudirman dan Badar, dua penebang kayu yang bekerja pada perusahaan penebangan kayu di Skofro, Distrik Keerom, Papua.
Mereka diserang saat sedang bekerja mengolah kayu di Keerom, kemudian dibawa ke Vanimo, Papua Nugini, dan hingga kini ditawan di sana. (sur)