“Kami minta 24 jam mereka membantu. Tidak semua pasien dirawat. Artinya kalau Anda batuk pilek bukan berarti langsung dirawat tapi kalau berobat pasti kami tolong,” kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, lanjut Nila, pihak Kemenkes sudah mengirimkan jutaan masker yang tidak hanya dari pusat tapi juga berasal dari daerah sekitar seperti Sumatera Barat.
Kemenkes memastikan persoalan tanggap darurat sudah disampaikan oleh masing-masing gubernur yang daerahnya terkena kabut asap. “Sudah diumumkan oleh gubernur sehingga kami sudah bisa bergerak karena ini sudah bencana nasional namanya,” ujarnya.
Nila menambahkan kabut asap akibat pembakaran lahan atau hutan sekarang ini gradasinya sudah dalam tingkat membahayakan manusia. Untuk di Riau, jumlah penderita gangguan saluran pernafasan saat ini mengalami kenaikan. (Baca: Menkes Sebut Pencemaran Udara Riau Belum Berbahaya)
“Jadi dihitung pada saat terkena asap. Dan memang Riau lebih terkena imbas karena anginnya dari Sumsel larinya ke Jambi dan Riau. Angka tertinggi di Riau dan Jambi,” tuturnya.
(obs/obs)