"Pada pukul 07.05 WIB, kami sudah berkomunikasi via telepon dengan para sandera. Mereka sehat dan berada di KJRI," kata Retno dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Kedua WNI akan diantar ke perbatasan di Skofro, Kabupaten Keerom, Papua, yang berjarak kira-kira satu-dua jam melalui perjalanan darat dari kantor KJRI di Vanimo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronny menyebutkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh kedua WNI. Hal itu menandakan tidak ada indikasi tindak kekerasaan selama penyanderaan.
"Hanya ada lecet di kaki karena terjatuh kata mereka," ujar Ronny.
Ronny memperkirakan Ladiri (sebelumnya disebut Sudirman) dan Badar akan diserahkan ke perbatasan Papua sekitar dua jam ke depan.
Di perbatasan Papua, kata Retno, kedua WNI akan diserahkan ke Pangdam Cenderawasih untuk kemudian dibawa ke Pemda Jayapura. Keduanya kembali akan menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara, Jayapura, dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.
Ladiri dan Badar diserang di Keerom, Papua, saat sedang bekerja mengolah kayu bersama rekan-rekannya. Mereka lantas dibawa menyeberang ke Vanimo, Papua Nugini. (ama/agk)