Lihat juga: Peristiwa 65 dalam Rekaman Dokumen Intelijen CIA (1)
Berdasarkan penelusuran CNN Indonesia terhadap dokumen yang dirilis dalam situs berita badan telik sandi Amerika, pada tanggal 5 Oktober 1965, menyebutkan Soekarno masih ragu dengan kesimpulan dan aksi yang diambil oleh para petinggi militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga: Nama Kolonel Untung, Peristiwa 65 dalam Dokumen CIA (2)
Dalam dokumennya, CIA lantas juga melakukan analisis terhadap situasi termutakhir saat itu. Menurut mereka, komunis kala itu sudah berubah menjadi sebuah gerakan bawah tanah yang berbicara secara sembunyi. Beberapa petinggi partai komunis mengekpresikan kekalutannya. Bahkan para petinggi komunis itu mengatakan, menurut dokumen, hanya keajaiban dari tangan Soekarno yag bisa menyelamatkan mereka.
Lihat juga: Cerita Soal Soekarno, Soeharto dan Penilaian CIA (3)
“Sementara Soekarno terus melakukan upaya untuk menegaskan kembali otoritasnya.”
Kondisi ibu kota, masih menurut laporan CIA kala itu, sangat tenang, meski beberapa aksi unjuk rasa penentangan terhadap komunis mulai bermunculan. Sementara itu di daerah ketegangan halus mulai terjadi. Terutama dalam wilayah basis massa pendukung komunis yang mendukung aksi Kolonel Untung.
Tahun ini persis setengah abad peringatan terjadinya tragedi 1965. Rabu lalu, Badan intelijen Amerika Serikat membuka kepada publik memo intelijen yang disampaikan kepada presiden mereka dalam kurun waktu 1961-1969. Pada periode Oktober 1965, tema laporan didominsasi oleh peristiwa kudeta yang gagal oleh Untung dan pendukungnya dari Partai Komunis di Indonesia. (sip)