"Memang Presiden tidak akan minta maaf, tapi kalau soal rekonsiliasi terkait adanya pelanggaran HAM berat, kami upayakan," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan kepada CNN Indonesia usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Pelaksanaan APBN/APBD di Semarang, Jawa Tengah, kemarin sore.
Menurut Luhut, saat ini pemerintah masih melakukan pengkajian terhadap peristiwa G30S, sehingga apa yang dilakukan pemerintah nantinya tidak bias dan keliru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama sekali tak ada agenda, bahkan terpikir pun tidak, sehingga isu yang berkembang bahwa pemerintah akan meminta maaf sudah terklarifikasi. Presiden tak akan melakukan itu, apalagi sampai membuat permintaan maaf," ujar Haidar.
Apapun keputusan Presiden terkait hal itu, ujar Haidar, PP Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat akan tetap memberikan dukungan penuh.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengatakan sikap pemerintah kepada korban peristiwa '65 bukan dalam konteks permintaan maaf atau tidak.
Menurutnya, bentuk permintaan maaf tidak menyelesaikan luka lama yang dialami para korban peristiwa '65. Lebih penting adalah bagaimana ketidakadilan yang dialami korban dapat diselesaikan.
Wakil Ketua Komisi III DPR itu meminta agar pemerintah dapat fokus kepada proses rekonsiliasi, kompensasi, rehabilitasi dan pengakuan proses peradilan kepada korban peristiwa '65 agar tidak ada lagi dendam masa lalu yang terbawa hingga saat ini.
Ia mencontohkan, pemerintah dapat meniru langkah pemerintah Afrika Selatan yang meminta maaf kepada korban pelanggaran HAM terkait politik apartheid pada 1992. Hal tersebut dapat dilakukan pemerintah RI, namun menyesuaikan dengan kultur yang ada di masyarakat agar tak saling melukai, meniadakan, atau menzalimi.
Mantan aktivis '98 itu meminta negara menjembatani apa yang ia sebut sebagai proses ketidakadilan agar ke depannya tidak terjadi peristiwa serupa, terutama kepada kelompok minoritas yang rentan terhadap ancaman konflik sosial.
G30S ialah tragedi berdarah yang terjadi pada 30 September malam, di mana tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh. (hel)