Guna menemukan para jemaah haji yang hilang, Kementerian Agama memutuskan untuk membentuk tim khusus di sana. Tujuan tim tersebut adalah menyisir berbagai lokasi untuk bisa menemukan jemaah haji asal Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kloter BTH 14 ada 14 jemaah, kloter SUB 48 ada 19 jemaah, dan di kloter JKS 61 ada 192 jemaah yang belum kembali," kata Arsyad. "Kemungkinan mereka ada di hotel yang ada di Mekkah."
Untuk Jumat (25/9), Arsyad mengatakan jemaah Indonesia disarankan untuk tidak melempar jumrah pada pukul 13.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi.
"Demikian juga untuk Sabtu tidak lontar jumrah pukul 13.00 sampai 16.00 sore," katanya.
Korban tewas dalam tragedi di Mina bertambah lagi. Berdasarkan twit yang dikirimkan oleh Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas menjadi 717 tewas. Adapun korban luka bertambah menjadi 805 orang.
Tragedi ini bermula dari rasa panik yang melanda sejumlah jemaah haji. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kepanikan tersebut muncul saat seorang jemaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jemaah dengan lokasi lempar jumrah.
Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi Umum menduga kejadian itu menjadi pemicu kepanikan massa. "Dimulai dari sebagian kecil massa jatuh, mereka mulai menginjak-injak, diikuti dengan rasa panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah ke peningkatan jumlah korban," kata Mansour.
Lokasi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina di mana pilar batu tempat melempar jumrah terletak.
(obs)