YPS menganugerahkan bintang ini karena mereka dianggap berkontribusi besar dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan demokrasi bagi negaranya dan dunia.
Pendiri YPS Rachmawati Soekarnoputri mengatakan proses seleksi pemberian penghargaan terhadap tokoh tersebut telah dilakukan secara ketat dan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran Presiden Soekarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Rachmawati berharap para tokoh yang mendapat anugerah tersebut dapat meneruskan dan bersinergi dengan pemikiran soekarno tentang bagaimana menciptkan perdamaian di dunia.
Menanggapi kontroversi pemberian anugerah kepada Kim Jong Un, Rachmawati menjelaskan bahwa putera Kim Jong Il ini memiliki persamaan pemikiran dengan Soekarno sehingga dia dinilai layak untuk mendapatkan anugerah tersebut.
"Saya kira juga banyak perubahan kebijakan yang terjadi di Korea saat ini. Dalam rangka melakukan reunifikasi terhadap kedua Korea. Sehingga akan tercipta perdamaain di Semananjung Korea," ujarnya.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad datang langsung menerima anugrah itu dari putri Soekarno, Rachmawati Soekarno. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
Sebelumnya, pada tahun 2001, YPS pernah memberikan anugerah Star of Soekarno kepada 13 pemimpin dan kepala negara. Diantaranya kepada Ho Chi Min dari Vietnam, Jaw Aharlal Nehru dari India, Sun Yat Sen dari China, Norodom Sihanouk dari Kamboja, George Washinton dari Amerika Serikat, Josep Broz Tito dari Yugoslavia. Ahmed Ben Bella dari Aljazair, Charles De Gaulle dari Prancis, Yaser Arafat dari Palestina, Nelson Mandela dari Afrika Selatan, Kim Il Sung dari Republik Korea, Saddam Hussein dari Iraq, Ki Hajar Dewantara dari Indonesia dan pada tahun 2011 kepada Mantan presiden ke-3 Indonesia BJ Ha (yns)
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad datang langsung menerima anugrah itu dari putri Soekarno, Rachmawati Soekarno. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)