"Ada penyelewengan sebesar tiga persen, semua ketahuan karena sistem debit bank. Saya langsung tahu dia belanja di mana," kata Ahok, di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (30/9). (Lihat Juga FOKUS Rekening Kembar Kartu Jakarta Pintar)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjahat-penjahat kecil masih ada, yang penting kalau dihitung dari 100 persen dan 97 persen berhasil itu sudah bagus sekali," sambung Ahok.
"Ada beberapa makanan yang kami izinkan, itu bagian dari uang jajan. Ada uang untuk kacamata, ada juga uang jajan. Dia (peserta KJP) mau makan di KFC juga boleh, yang enggak boleh itu buat beli HP atau segala macam," kata Ahok.
Sebelumnya, pendaftaran KJP tahap II ditutup pada Jumat (25/9) lalu. Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat ada 186.732 siswa yang akan menerima KJP tahap II. Ahok pun menjamin tidak akan ada lagi KJP ganda. Menurutnya, sistem bank akan memblokir jika terdapat nama peserta KJP yang sama. (utd)