"Jangan sampai ada kurang kewaspadaan sehingga peristiwa seperti ini, meskipun saya yakin tidak akan terjadi lagi. Dan kita berharap peristiwa G30S/PKI ini tidak akan terjadi lagi di Bumi Pertiwi kita," ujar Jokowi di Monumen Nasional Lubang Buaya, Jakarta Timur, hari ini, Kamis (1/10).
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan ada keresahan yang dirasakan oleh para pembantu Presiden atas fitnah yang dilakukan secara masif terkait permohonan maaf dan juga kehadiran Presiden di acara yang diadakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi sama sekali tidak ada pikiran Presiden untuk itu dan itu sudah disampaikan oleh Presiden secara terbuka. Bahkan tidak pernah ada hal tersebut dalam bahasan di rapat-rapat yang ada," kata dia.
Ia menuturkan, kepolisian akan memberikan peringatan terlebih dulu, karena sebagai negara demokrasi pemerintah tidak ingin ada kesan bahwa Presiden menggunakan kekuasaannya. Namun, Jokowi sudah dilapori soal hal ini.
"Sekarang dengan gampang alatnya cari siapa yang broadcast pertama kali dan sudah ketemu yang broadcast pertama kali. Kemudian temannya sekian orang yang menyebarkan kesana-kemari, sehingga secara masif kemudian menyebar. Tetapi antara orang itu dan robot-robot twitter yang di sosial media sebenarnya orangnya itu-itu saja," kata dia. (rdk)