Para aktivis juga sempat menjemput Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan untuk ikut bersama-sama berunjuk rasa. Dalam aksi tolak tambang yang digelar di kawasan Kampus Universitas Jember itu, sang rektor menyatakan dukungannya terhadap aksi tersebut.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Hasan menyatakan bahwa universitasnya sudah menyiapkan bantuan advokasi terhadap warga anti tambang. Pihaknya sangat menyesalkan peristiwa pembunuhan terhadap petani Lumajang penolak tambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Setelah mendapat pernyataan sikap dari rektor, para demonstran tak hentinya berorasi sambil membawa spanduk dan poster. Mereka mengecam eksploitasi penambangan baik secara legal maupun ilegal karena dapat merusak lingkungan.
Dalam orasinya mereka juga menyatakan bahwa proyek pertambangan sering kali mengabaikan aspek humanitas termasuk di antaranya kekerasan fisik yang menimbulkan korban jiwa seperti yang dialami Salim Kancil di Lumajang.
(obs/obs)