"Berdasarkan dugaan kami, memang ada keterlibatan Polres Lumajang. Dari Kompolnas juga sudah ke Lumajang untuk mengusut ini," kata Bagus saat dihubungi pada Sabtu (3/10).
"Delapan hari setelah masyarakat mengadu ke Polres soal ancaman pembunuhan, barulah polisi ambil tindakan, namun itu juga cuma pengeluaran surat pemberitahuan penyidik soal ancaman pembunuhan Salim," kata Bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang usaha yang perlu dilakukan adalah membuat kepala desa buka mulut soal siapa saja yang telah terlibat dalam pembunuhan berencana Salim Kancil," katanya.
Rencana pembunuhan Salim telah dirancang satu hari sebelum kematiannya. Mereka yang bertugas mengeksekusi dengan mengeroyok Salim hingga tewas ternyata adalah orang-orang dekat sang Kepala Desa Hariyono.
Belasan orang yang tergabung dalam kelompok tersebut kemudian diketahui sebagai tim sukses Hariyono, pada saat dia mencalonkan diri sebagai pemimpin desa.
(pit)