"Siang ini Helikopter Basarnas rencana tiba di Makassar pukul 14.00 waktu setempat untuk perkuat pencarian," ujar Deputi Bidang Operasi Basarnas Mayor Jenderal TNI Heronimus Guru saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (4/10).
Sampai saat ini, pencarian melalui udara telah menggunakan dua pesawat jenis Twin Otter milik Aviastar, satu helikopter jenis Bell milik TNI AD dan satu helikopter milik PT. Bosowa. Sehingga, dengan tambahan satu helikopter jenis Dauphin dari Basarnas, tim pencarian udara kini dilengkapi lima kendaraan operasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Helikopter Dauphin itu memang kita beli karena dia punya spesifikasi untuk melaksanakan pencarian," ujar Heronimus.
Hingga kini, Basarnas beserta unsur lainnya terus melakukan pencarian dengan mengerahkan 299 personel gabungan. Heronimus juga menyampaikan, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bambang Soelistyo masih berada di lapangan di sekitar sektor enam untuk memimpin langsung pencarian.
Pagi ini, Basarnas memperluas pencarian pesawat Aviastar tipe DHC6/PKBRM menjadi enam sektor.
"Kami pagi hari ini melanjutkan pencarian menjadi enam sektor, kita konsentrasikan daerah Suli-Siwa, daerah pesisir antara Palopo ke arah selatan, kita coba ke daerah sana," kata Heronimus saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (4/10).
Selain itu, menurut Heronimus, pencarian juga dilakukan dari daerah Palopo ke selatan, untuk mengikuti jalur titik berangkatnya pesawat dari Masamba ke Makassar. Sehingga, karena ditambah sampai ke daerah Suli-Siwa di sekitar pesisir selatan, sektor pencarian diperluas dari empat menjadi enam.
Pesawat Aviastar itu mengangkut tujuh penumpang dan tiga kru. Pesawat ini dijadwalkan menempuh perjalanan selama 70 menit dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Sultan Hasanuddin pada Jumat 15.39 WITA. Tapi pesawat ini hilang kontak pada Jumat siang dan belum ditemukan hingga kini. (stu)