Deputi Bidang Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Mayor Jenderal Heronimus Guru menjelaskan kumpulan awan padat yang menjulang di langit itu menyulitkan pesawat berjenis fixed-wing untuk menyisir lokasi pencarian.
Meski demikian, hadirnya awan yang menjadi pemicu jatuhnya pesawat AirAsia akhir tahun lalu itu tidak menghalangi pencarian udara dengan menggunakan helikopter yang mampu terbang lebih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian pesawat Aviastar bernomor penerbangan MV7503 jurusan Masamba-Makassar melalui udara telah diperluas Basarnas menjadi enam sektor. Pencarian dipusatkan di daerah Suli-Siwa, daerah pesisir antara Palopo ke arah Selatan.
"Cuaca sekarang sudah mulai berkabut. Kami masih fokus melakukan pencarian di sektor V dan VI. Hingga kini upaya pencarian belum menghasilkan temuan apapun," ujarnya.
Sebanyak 299 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir lokasi pencarian yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Aviastar. Dua pesawat twin otter milik Aviastar dan helikopter jenis Bell milik Angkatan Darat dan PT Bosowa, sudah diberangkatkan semua ke dalam enam sektor pencarian.
Pesawat Aviastar mengangkut tujuh penumpang dan tiga kru. Pesawat itu dijadwalkan menempuh perjalanan selama 70 menit dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Sultan Hasanuddin pada Jumat (1/10) 15.39 WITA. Namun dalam perjalanan pesawat itu hilang kontak pada Jumat siang dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya. (gen)